Selasa, 23 Februari 2016
Festival Mata Air 2016

Festival Mata Air (FMA) adalah event tahunan berbasis komunitas musik dan seni yang diselenggarakan di Salatiga, Jawa Tengah oleh Komunitas TUK (Tanam Untuk Kehidupan) untuk menyuarakan kesadaran lingkungan, khususnya tentang sumber air bersih lokal. Selalu berpindah tempat di setiap tahun, venue FMA tentunya gak jauh-jauh dari sumber mata air, kali ini berlokasi di dekat mata air Muncul. Event di tanggal 20-21 Februari 2016 ini ternyata adalah event puncak dari serangkaian acara yang sudah berlangsung sejak bulan Januari. Rangkaian acaranya seperti membersihkan sungai (Kali Bumen), lokakarya membuat kompos dan daur ulang sampah, penanaman pohon, dan persiapan instalasi seni untuk festival. Kali ini CarpeDiem TattooStudio membantu booth teman-teman Magic Ink Tattoo Magazine. 



Banyak sekali seniman yang terlibat dalam persiapan instalasi seni, yang langsung terlihat adalah deretan rontek (banner) yang semuanya bertemakan lingkungan dan air. O ya, temanya tahun ini adalah “Our Water, Our Future”. Yang membuat Festival Mata Air kian menarik adalah partisipasi dari penduduk desa sekitar, Karang Taruna Rowoboni dan komunitas yang sangat beragam (Taring Padi, Life Patch, komunitas Vespa S3 Salatiga, komunitas teater, dan masih banyaak lagi). Penonton panggung Wayang Kampung Sebelah tidak kalah ramai dengan penonton panggung Filastine, Bloody Hollow, Sangkakala ataupun Navicula. Kerjasama yang intens demi lingkungan dan air bersih yang sudah dilakukan selama sebulan penuh seperti terbayarkan oleh acara puncak FMA.
 
Yang paling asiiikk adalah bagian kemping! Ya, panitia menyiapkan banyak sekali tenda untuk tempat bernaung teman-teman komunitas! Tidak jauh dari camping ground ada kolam yang langsung jadi sasaran cebur-ceburan untuk ngilangin ngantuk dan sisa mabu’ semalam :)) Event Festival Mata Air ini family friendly banget juga, banyak yang bawa keluarga dan anak-anak. Panitia pun tidak melupakan detail seperti beberapa orang berkostum yang membawa jepit pemungut sampah, berkeliling sambil memungut sampah yang tercecer dan tidak lupa mengingatkan pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan. Pesan untuk menjaga lingkungan pun benar-benar tersampaikan dari seluruh kegiatan di Festival Mata Air. Bravo, sampai jumpa tahun depan! :)
 
 
 
 
 

Kamis, 30 Juli 2015
Tato geometri Flower of Life

 Salah satu bentuk lain dari geometri sakral adalah Flower of Life yang 'berbentuk perempuan' karena semua garisnya melengkung, tidak seperti Merkaba yang semua garisnya lurus. Tato oleh Dimas Praja.

Flower of life geometry tattoo

Selasa, 28 Juli 2015
Tato geometri Merkaba

 The Star Tetrahedron, better known as the Merkaba, is comprised of 2 opposing tetrahedrons that are spinning in opposite directions.

In ancient Egypt, the word Merkaba referred to a rotating light that would take the spirit and the body from one world into another. In Hebrew it means chariot of God. In the Bible it is the way Ezekiel ascended into Heaven. 

The design itself is one of many sacred geometry or sacred patterns used in the design or everything in our reality, most often in sacred architecture and sacred art (like tattoos!). Tattoo done by Dimas Praja

Merkaba geometry tattoo

Kamis, 16 Juli 2015
Tato game watch

 Doing some walk-ins tattoo are sometimes surprising and fun in design, just like this game watch tattoo done by Dimas Praja.

game watch tattoo by Dimas Praja

Sabtu, 11 Juli 2015
Tato mandala batik

Born as Scottish and Australian, he studied in Indonesia for a few years and found himself in love with Javanese batik designs. Here is a batik mandala tattoo done by Dimas Praja.

batik mandala tattoo by Dimas Praja 

Minggu, 07 Juni 2015
Tato wayang Rahwana

 On the folklore, Rahwana is the King of Alengka who abducted Shinta in the epic story Ramayana. Here is a custom Rahwana tattoo by Dimas Praja which is also a cover up project.

King Rahwana traditional puppet tattoo

Rabu, 20 Mei 2015
Tato gangbang Dimas Praja dan Pupha Toding

Dalam rangka kunjungan Pupha Toding kembali ke Jogjakarta, Dimas Praja dan Pupha kemudian setuju untuk melakukan kolaborasi 'gangbang tattoo' (menato satu orang oleh dua tattoo artist atau lebih secara bersamaan) pada Sarah Riley, dengan gaya tato neo traditional dan old school di masing-masing kaki. Berikut ini adalah video selama proses, dan juga hasil akhir dari tato bergaya neo traditional oleh Dimas Praja.



 


Neo traditional heart tattoo by Dimas Praja

Sabtu, 09 Mei 2015
Tato stupa Candi Borobudur

Revisiting Borobudur temple again since her first time on her childhood, now she decided to bring one of the stupa on her skin. Tattoo done by Dimas Praja. 

Borobudur temple stupa tattoo

Sabtu, 02 Mei 2015
Tato lotus ornamental

Custom ornamental lotus tattoo done by Dimas Praja

ornamental lotus tattoo

Kamis, 30 April 2015
Tato watercolor style

Tato bergaya watercolor atau mirip cipratan cat air ini sedang banyak digemari akhir-akhir ini, selain karena bisa memasukkan beragam pilihan warna, bentuknya juga bisa mengikuti anatomi tubuh dan juga bisa jadi solusi untuk tato cover up. Tato oleh Dimas Praja

dragonfly watercolor tattoo 



cat watercolor tattoo

custom watercolor

Sabtu, 11 April 2015
Tato bunga tapak dara

 Di kampung halamannya di Malaysia, bunga tapak dara ini banyak sekali tumbuh. Tato ini akan selalu mengingatkannya pada kampung halaman. Tato oleh Dimas Praja

periwinkle flower tattoo

Minggu, 02 Agustus 2015
Dimas Praja di Groundzero Bandung

 CDTS-groundzero

Kamis, 05 Maret 2015
Tato Saint Mary - selesai

 Tato Saint Mary ini dimulai dua tahun lalu. Selain karena ukurannya yang cukup besar, penempatan tato di badan juga mempengaruhi lama proses tato - di bagian samping tulang rusuk, tentunya juga akan mempengaruhi aktivitas sehari-hari selama perawatan tato. Dengan lega dan gembira, akhirnya tato Bunda Maria ini selesai juga :) Sebagian tato sudah sembuh, dan sebagian lagi baru selesai diwarnai. Tato dikerjakan oleh Dimas Praja.

Saint Mary tattoo by Dimas Praja

Senin, 02 Maret 2015
Tato kunci G

Klien ini tadinya menginginkan tato kunci G kecil di belakang telinga, kemudian tertarik melihat gambar lama Dimas yang bertema sama. Desain orisinil dan tato dikerjakan oleh Dimas Praja.

Treble clef tattoo by Dimas Praja

Kemudian juga menambahkan tulisan di bawah tulang selangka

Quote lettering tattoo by Dimas Praja

terima kasih atas kepercayaannya :)





Sabtu, 28 Februari 2015
Tato realis mawar

Tato realis mawar oleh Dimas Praja

 Realistic rose tattoo

Selasa, 17 Februari 2015
Tato nama cucu

 Kakek yang satu ini sayang sekali dengan cucunya :) Tato dikerjakan oleh Dimas Praja

Auxillius name lettering

Sabtu, 14 Februari 2015
Tato pasangan religius

 Tidak harus tato nama pasangan, jika sama-sama ingin mengabadikan kasih pada Sang Pencipta :)

Tato Laskar Kristus oleh Dimas Praja
tato tulisan Laskar Kristus oleh Dimas Praja

Tato salib oleh Lois
tato salib oleh Lois

Jum'at, 13 Februari 2015
Tato kakak adik

Menjelang hari kasih sayang, tentu saja bukan hanya pasangan kekasih yang merayakan tapi juga dalam keluarga :) Mereka adalah kakak-beradik dari Wamena, Papua. Kedua tato dikerjakan oleh Lois. Terima kasih :) 


Kamis, 02 Oktober 2014
Tato pasangan untuk kakak-adik

 Desain simbol 'infinity' atau 'tak terbatas' ini termasuk salah satu desain yang digemari untuk ditato karena sederhana tapi memiliki makna yang mendalam. Ada beberapa variasi desain, kali ini client meminta simbol infinity ini dipadukan dengan sehelai bulu dan jangkar untuk kemudian ditato dengan ukuran dan penempatan yang sama, sebagai tato pasangan.

Tato pasangan kakak-adik

sister tattoos

Bukan pasangan pacar, tapi pasangan kakak-adik perempuan dari Malaysia. Pesan kakaknya: "Aku akan menjadi sayap yang akan mengangkatmu hingga ke atas awan, dan aku juga akan menjadi jangkar yang menjaga kakimu tetap menapak di tanah." Manis ya :) terima kasih atas kepercayaannya :)

Rabu, 15 Oktober 2014
Dari Ibu untuk anak-anak

Malam itu, Carpe Diem Tattoo Studio kedatangan tamu dari Jerman. Beliau orang Indonesia yang lahir disana dan sedang kembali ke Yogyakarta untuk berlibur. Pada awalnya beliau ingin ditato oleh tattooist perempuan, tapi saat itu Lois sudah janjian dengan client lain. Semua tato beliau sebelumnya dibuat oleh para penato perempuan di Kalimantan secara tradisional, jadi ini pertama kalinya beliau ditato dengan menggunakan mesin, dan oleh laki-laki.

tato nama anak oleh Dimas Praja

Pohon kehidupan dan gambaran ketiga anak lelakinya

Dimas kemudian mendesainkan dan menato nama ketiga anak lelakinya; juga sebuah pohon kehidupan dan tiga gambaran anak laki-lakinya yang sedang berjalan menuju pohon tersebut. Terima kasih atas kepercayaannya :)

Selasa, 24 Juni 2014
Tato mandala di bahu

  Teman kami yang senang jalan-jalan sedang kembali mengunjungi Yogyakarta, Indonesia. Kali ini ia membawa seorang teman dari Taiwan yang ingin membuat sepasang tato mandala di kedua bahunya. 

in between tattooing process

close up mandala



Karen and Dimas Praja

Shoulder mandala tattoo pair

Terima kasih atas kepercayaannya :)

Rabu, 24 September 2014
Tato lotus ornamental di dada

 Salah seorang client datang ke CarpeDiem TattooStudio dan ingin membuat tato untuk mengenang mendiang ibunya. Kebetulan ia memiliki tanda lahir yang serupa dengan sang ibu, berupa tahi lalat di bagian tengah dadanya dan ingin menjadikan tanda ini sebagai bagian dari tatonya.

proses tato sesi pertama

Tato lotus dengan ornamen ini membutuhkan dua sesi pengerjaan oleh Dimas Praja.

hasil akhir tato lotus

terima kasih atas kepercayaannya :)


Selasa, 16 September 2014
teman-teman baru dari Malaysia

 Beberapa minggu sebelum perjalanan liburannya ke Indonesia, Jamie menghubungi kami melalui media sosial mengenai ide-idenya untuk membuat tato baru. Ia ingin menambahkan beberapa tato kecil di pergelangan tangan dan kakinya.

Jamie rosary tattoo in progress

Dimas menambahkan desain rosario kecil di pergelangan tangannya dengan teknik freehand, tato nama dan burung merpati dikerjakan sebelumnya oleh salah seorang seniman tato di Malaysia. 

Tato rosario Jamie

Tato salib Joe

Suaminya pun membuat tato salib di pergelangan tangannya. Mereka berdua berencana akan kembali lagi ke Indonesia di liburan berikutnya. Terima kasih sudah berkunjung :)

Jamie, Dimas dan Joe di Carpe Diem Tattoo Studio, Yogyakarta, Indonesia

Kamis, 11 September 2014
Tato Bunga dan cover up

  The client walked in to CarpeDiem TattooStudio one night and said that she wants another dream catcher tattoo (she already has one on her back), but after a long talk she decided to have an orchid, one of her favorite flower.

Purple Orchid flower tattoo

Not long after, she adds a Strelitzia flower on her arm. Strelitzia is also known as bird of paradise flower / plant because of a resemblance of its flowers to the bird of paradise.

Strelitzia flower tattoo

after a few months, she decided to cover the tribal tattoo up and planning a flowery tattoo sleeve. here goes the cover up, free-handed preliminary sketch by Dimas Praja

tattoo sketch before cover up

Peony cover up tattoo

on the latest picture, the Strelitzia flower is fully healed already. She's one amazing client and collector :) thanks for your trust!

Jum'at, 08 Agustus 2014
Tato Saint Mary

Saint Mary atau Bunda Maria adalah salah satu objek desain tato yang cukup digemari jika ingin membuat tato bertema religius. Hal ini juga dirasakan oleh Ricardo Merani - sekarang pemain sepakbola Persiwa (Wamena) - ketika ingin melengkapi tato di lengannya. Ricardo sudah beberapa kali datang ke CarpeDiem Tattoo Studio di Jogjakarta untuk membuat tato. 

Dimas Praja dan Ricardo Merani
 
Ricardo Merani

Tato Jesus dan lettering di bagian atas sudah ada sebelumnya (tidak ditato di CarpeDiem TattooStudio). Sebenarnya untuk menyelesaikan lengan ini rencananya dua hari, tapi Ricardo memutuskan untuk diselesaikan dalam satu hari itu saja. Hebat :)
Terima kasih Ricardo, sampai ketemu lagi :)
Saint Mary Tattoo

Senin, 24 Maret 2014
Tattoo Fundraising for Autism Awareness Day

 

Dalam rangka World Autism Awareness Day, hari Rabu tgl 2 April 2014 CarpeDiem TattooStudio mengadakan event amal, dengan 50% hasil menato dan penjualan merchandise di hari tsb akan disumbangkan pada Sekolah Khusus Autisme Bina Anggita Yogyakarta

Tersedia bbrp desain tato yg khusus dibuat u event ini, tapi boleh juga membawa referensi desain sendiri dg harga minimum Rp. 200.000

event dimulai dari pukul 1 siang - 9 malam di CarpeDiem TattooStudio, jl Janti baru no 18, Jogjakarta. untuk appointment atau info lbh lanjut bisa kontak via sms/whatsapp/telp di 085713366553, terimakasih 

Kamis, 06 Februari 2014
#CDTS corat-coret bareng di Prodjo's Warung Yogya

Salah satu kawan kami, Alun Samodra, mengundang kami ke warung barunya di Jl Damai, Gg. Watugede, Yogyakarta. Kali ini Dimas Praja mendapat kesempatan untuk menggambar di papan tulis besar yang ada di Prodjo's Warung. Tema gambarnya adalah komunitas, karena tempat ini juga menjadi semacam titik pertemuan untuk banyak komunitas di Jogjakarta: komunitas tato, Vespa, Volkswagen, stand-up comedy, surfing, travelling, pecinta buku dan banyak komunitas lainnya. Papan tulisnya besar sekali, jadi RubsEight, calon keluarga besar CDTS juga ikut datang untuk membantu Dimas menggambar.



Widhi juga datang untuk membantu dokumentasi proses gambar



lalu empat jam kemudian...



Alun, Dimas dan Widhi



bersama keluarga Prodjo's Warung



yang corat-coret, RubsEight and Dimas Praja



Menunya enak, atmosfernya juga ramah dan nyaman. Untuk update dari Prodjo's Warung bisa dilihat di twitter @prodjoswarung. sampai ketemu! :)

dokumentasi foto dari Alun Samodra

Minggu, 01 September 2013
Friday the 13th tattoo Fundraising

Jum'at, 09 Maret 2012
No Heart, No Art

Banyak kejutan untuk kami di awal bulan Maret ini!
Karya Dimas dan Lois diterbitkan di Mixmagz.

Mixmagz adalah media alternatif yang digagas oleh Karamba Art Movement (berbasis di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia), dan terbuka bagi siapa saja yang ingin berbagi tentang karya seni, keberagaman, isu-isu anak muda, komunitas dan berita kota. Format pdfnya dapat diunduh gratis di sini here


"Firebird" - pencil on paper, by Dimas Praja


"The Peafowl" - pencil, ink and watercolor, by Lois Nur Fathiarini

terima kasih Mixmagz! :)

Sementara itu, Lois memenangkan kompetisi sketsa/gambar untuk seniman tato yang diselenggarakan oleh Magic Ink Magazine dan RVCA Indonesia. Jurinya adalah Tim Hendricks sendiri, seorang seniman tato, pembuat mesin tato dan seniman yang didukung oleh RVCA.


it was announced on our facebook wall,
but will also published on 
Magic Ink Magz' next issue.

Terima kasih semuanya!
No Heart, No Art! :)





 

Selasa, 23 Oktober 2012
Menato di Fourspeed Parlor Bandung, 25-30 Oktober

 Senang sekali, kali ini kami berkesempatan lagi untuk melakukan perjalanan ke Bandung dan menato lagi di toko superkeren yang satu ini, Fourspeed Parlor; dulu ada di Jl. Dago dan sekarang pindah ke Jl. Anggrek no. 42.

Silakan hubungi 0812 2722843 via sms/telp/whatsapp untuk atur appointment tatomu dengan dua tattooist kami yang akan bertandang kesana: Dimas Praja dan Pupha Toding. 

sampai ketemu di Bandung! :)


Sabtu, 28 Juli 2012
Pupha Toding

Welcoming a new member of our family, Pupha Toding.
with particular interest in American traditional /  vintage tattoos, Pupha will ready to tattoo you at CarpeDiem TattooStudio Indonesia, located in Jl. Janti Baru no. 18, Jogjakarta, Indonesia.

welcome, bro! :)

 

Sabtu, 31 Maret 2012
Tattoo Day @ Porx Park #1

 Pada hari Sabtu, 30 Maret 2012, CarpeDiem TattooStudio diundang oleh Patub Porx untuk berpartisipasi dalam "Tattoo Day", salah satu rangkaian acara dari pameran gambarnya, "Porx Park #1" yang dihelat di Asmara Art & Coffee Shop, Jl. Tirtodipuran no. 22, Yogyakarta.

Kali ini, Dimas Praja mendesain ukiran bunga tradisional Jawa dengan simbol Hamsa atau Hand of Fatima di bagian tengahnya. Dengan teknik pointilis atau dotwork, Dimas tidak bekerja dengan menggunakan mesin tato, tapi dengan teknik 'handpoking' atau manual. Karena dengan teknik ini pengerjaannya akan membutuhkan waktu yang lebih lama (waktu yang diberikan pada workshop hanya 2-3 jam), garis tepi desain dikerjakan beberapa hari sebelumnya di studio.











Teknik pointilis atau dotwork membutuhkan ketelitian yang lebih tinggi, apalagi jika dikerjakan dengan teknik handpoking, waktu pengerjaan juga akan lebih lama dibandingkan dengan tato yang dikerjakan dengan mesin tato. Tato ini belum selesai, tapi sesuai dengan tujuan workshop "Tattoo Day", Dimas memperkenalkan salah satu teknik tato yang mungkin masih jarang dilihat oleh para pengunjung yang menghadiri workshop.

Untuk melihat foto-foto lain selama pameran, bisa lihat di link ini dan ini.
Foto dokumentasi oleh CarpeDiem TattooStudio, Patub Porx dan Asmara Art & Coffee Shop.

Jum'at, 06 April 2012
CarpeDiem TattooStudio di Freedom ClothFest Yogya

 Halo,
CarpeDiem TattooStudio akan hadir di Freedom ClothFest, yang akan dihelat di GOR UNY, Yogyakarta, tanggal 13-15 April 2012.
Akan ada 30 brand clothing , 18 band dan 7 komunitas lokal dari Yogyakarta yang berpartisipasi dalam acara.

Silakan hubungi 0812 2722843 bagi yang mau membuat appointment tato di booth kami selama acara berlangsung, desain yang sudah siap akan diprioritaskan. Selama acara berlangsung, kami tetap menjaga standar higienisitas dan profesionalitas kerja. Kami tidak akan menato individu yang berada di bawah pengaruh alkohol / napza dan/atau berusia di bawah 18 tahun.

Terimakasih, sampai ketemu :)


Minggu, 04 Maret 2012
Kabar Februari



 


 

kedua tato dikerjakan oleh Lois di Februari 2012, yang akan segera cuti untuk melahirkan di akhir bulan Maret / awal April ini, tapi Lois akan masih menerima tattoo appointment hingga tanggal 20 Maret.

 

Dimas Praja's tattoo work, 'Legong' 

Lois' watercolor painting, 'Light My Fire'

 

 

Juga pada bulan Februari ini, karya Dimas dan Lois dipublikasikan di Jabirut Digital Magazine. Silakan unduh majalah elektroniknya disini (here). Terimakasih Jabirut Digimagz untuk apresiasinya :)

 


Sabtu, 03 Maret 2012
Modern Tattoo Culture, Semarang, Feb 26-27, 2011

 It’s been a week since the event, but the euphoria still goes on…

Around 20 tattoo studios from all over Java island gathered in Dafam Hotel, Semarang for this event held by STAR (Semarang Tattoo Artists). CarpeDiem TattooFamily were roadtripping again! Rory was coming along, wanted to join the tattoo contest; and Rio/Koplo from Rejeki Tattoo and his partner, Fredy, too. Rio’s home is in Banyumanik, it’s about 30minutes from the venue, so we stayed there. His family is super nice! Thanks a lot for his parents and twin brothers for letting us stayed for 2 nights there :)

First day – Feb 26, 2011

The first day, Feb 26, was quite quiet. The first show was the pairs of canine fitting on Hendro Dewisurah; then our beloved host, Mr. Freddy Mock, collaborated with Hendro, tattooed Putche’s back. Some tattooists friends were tattooing their customers, while some others prepared for the tattoo war on the next day, or still hanging out and say hi to each other. This event is only a day after Magic Ink’s tattoo event (Magic Wave’s anniversary) in Bali, so obviously there were lotsa chit-chats about the event here and there :)


the pairs of canine fitting


Hendro Dewisurah (left) and Freddy Mock (right), tattooing Putche


the collaboration result...Freddy Mock's (left) and Hendro's (right)


lunch time! Soto Lamongan :)


Dimas Praja studying foo-dog for Rory's upcoming tattoo


Lois and Rory. Sketching everywhere :)
 

Then around 7.30 PM, the extreme tattoo performance begun. Every booth sent one of their tattooists to tattoo one model. The main imagery is a star, to represent STAR (Semarang Tattoo Artists). With various tattooists, there would be various style of stars. If there were 20 booths, there would be 20 tattooists at once, but since some tattooists were still tattooing on their booths, not everyone participated. But with 12 tattooists, it’s still a gangbang ;)


Extreme Tattoo Performance


Lois represented CarpeDiem TattooStudio


Lois' star for Wawan, the model


Friends were everywhere, old and new. Ucha, the president of Indonesian Sub Culture (ISC) sang Soldier of Fortune for the rest of us who still stayed in venue after the first day’s over.


friends everywhere :)


Indonesian Sub Culture's Soldier of Fortune


Second day – Feb 27, 2011

 It was the day for Tattoo War and Tattoo Contests. From the start of the event, everyone’s busy preparing designs for the tattoo war.

 


Dimas Praja preparing the design
 


few minutes to the tattoo war, guys!


Dimas Praja was doing a dragon-koi tattoo on Fredy Nurdiansyah’s leg. Five hours in fact is not enough to finish the tattoo perfectly, but shortly Dimas Praja won the second place (runner up) for the Oriental category. Congratulations, Dimas! :)
 


the dragon-koi, still half-way to go, 2nd place at best oriental category :)


congratulations! :)


The trophies....and yaaayyyy CarpeDiem got one! :D


There were tattoo contests too. One of the contests was Queen of Tattoo, for a lady who has the best back piece tattoo. And the Queen is Mrs. Mock! She’s a beautiful, charming lady, and she deserves to be a queen :)


the Queen of Tattoo :)


Lois with Mr. and Mrs. Freddy Mock. They're the sweetest couple in every tattoo show ;)


Dimas and Mr. Freddy Mock


Tattooists who participated on the tattoo extreme performance

So, after every trophy and certificate went to the owners, the event finished. That’s wrap! And then it’s time to relax a bit and had some fun! :)


in front of Dafam Hotel, the venue


in Tugu Muda park, Semarang
 

We planned to have the after party in Lawang Sewu. Lol. For anyone who don’t know what place it is, it’s one of the scariest old buildings in Java island (or Indonesia, maybe?). We arrived there at 10PM, but the guard said the gate won’t open for visitors til 1AM (duh!) so we decided to wait til 1AM inTugu Muda park, across Lawang Sewu.

 

It’s fun to meet old friends, and finding new friends! Equal in passion of art, and having the equal pride in tattooing! See you in the next event! :)

 

PS. We picked random pictures from our own collection (CarpeDiem TattooStudio), Mock Tato, and Cindy Bond dJAP. There are tons more pictures on their facebook account.. Thank you! :)

 

 

Sabtu, 03 Maret 2012
Merchandise

CarpeDiem TattooStudio's official T-Shirt





CarpeDiem TattooStudio's official T-shirt.
Combed Cotton 30S, 2 models available (cut and regular sleeve), with 4 back designs originally drawn by our tattooist Dimas Praja.

Back designs available:



Javanese flower carving
available in L and XL size




Hannya mask
available in L and XL size




a Japanese-style unicorn
available in L and XL size




 Skull with Javanese carving design
kaos lengan buntung untuk desain ini sudah habis
cut-sleeve t-shirt for this design is sold out.
available in regular sleeve, L and XL size.

size are in L and XL only.


IDR 85.000 (kaos lengan buntung) n IDR 100.000 (kaos berlengan)
pembayaran via rekening Mandiri / BCA.

regular sleeve shirt: US$ 12 / AU$11 / EUR 8.5
cut-sleeve shirt: US$10 / AU$ 9.5 / EUR 7
international payment can be proceed via Paypal, and the item will be shipped via Pos Indonesia's registered mail

note: price exclude shipping and handling cost, for easier purchase on international buyers, you can check this etsy link


 

Senin, 14 November 2011
Ulang tahun yang sederhana

'Ulang tahun' kami jatuh pada 3 November, dan sekarang sudah tanggal 4 :) Kami nggak buat undangan apa-apa karena tahun ini kami menginginkan sesuatu yang lebih tenang dan sederhana. 'Empat tahun' tidak terasa menjadi sangat singkat, dibandingkan dengan teman-teman seniman tato dan studio tato lain di kota kami, tapi kami sekarang masih berdiri, saling mendukung satu sama lain dan semangat membuat karya seni setiap hari.

Begitu banyak waktu yang menyenangkan dan juga ada kalanya sedih atau tidak semangat, mendapat komentar yang positif maupun negatif, dan kami tidak dapat mengatakan hal lain selain terima kasih, karena semua itu membawa hal-hal yang terbaik muncul ke hadapan kami semua. Untuk semua kolektor, teman-teman yang mendukung, dan terutama - keluarga.


tahun 2009 di Kimochi Fest, Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta.
di antara sesi tato henna, ini anak-anak dari booth sebelah yang bertanya banyak hal tentang tato.



tahun 2010, Dimas Praja berkesempatan untuk menato di Fourspeed Metalwerks, Bandung.
Ngomong-ngomong, hari ini ultahnya mereka. Happy anniversary, Fourspeed Metalwerks! :)



di pertengahan tahun 2011, Dimas Praja berkesempatan untuk menjadi
seniman tato tamu di beberapa studio tato di Bali.



juga di tahun 2011, Dimas mendapat posisi kedua untuk kategori oriental di event Modern Tattoo Culture.
event ini berlangsung di Semarang. Ini sedikit cerita tentang event.


perayaan sederhana kami di ruang tunggu. Bir untuk para lelaki dan jus jeruk untuk Lois dan Bebe.
Lois membuat setumpuk donat coklat. Cowok yang bertopi itu mas Bejo (pernah diceritakan di sini here) yang sekarang
banyak membantu kami di studio, dan di sebelahnya itu Rory, salah satu teman baik kami yang juga kolektor
(style favoritnya adalah tato oriental, yang banyak dikerjakan oleh Dimas).
Ini adalah salah satu koleksi Rory yang ditato oleh Dimas Praja Here 


Dua seniman tato yang bekerja, kami juga akan membutuhkan mesin cadangan :)


dan juga banyak warna untuk menjaga kami tetap kreatif

 
Terimakasih teman-teman kolektor karena sudah mempercayakan kulitnya kepada kami, menyebarkan berita baik dan untuk semuanya.
Terima kasih keluarga Carpe Diem Tattoo Studio, Yogyakarta yang selalu bekerja keras meningkatkan kualitasnya :) cheers!

Jum'at, 07 Oktober 2011
Filosofi Semar

Semar adalah karakter dalam mitologi Jawa yang sering muncul dalam pagelaran wayang kulit. Ia adalah salah satu dari punakawan (tokoh-tokoh wayang yang sering muncul dalam kisah lucu), tapi sangatlah bijak. Ia adalah dhanyang (penjaga) Jawa, dan beberapa ahli menanggapnya sebagai figur yang paling sakti dalam kotak (perangkat wayang). Ia disebut sebagai dewa Sang Hyang Ismaya dalam bentuk manusia.

Nama Semar katanya berasal dari kata dalam bahasa Jawa samar ('tersembunyi, misterius'). 




Kaligrafi filosofi Semar

Filosofi Semar:
"Bojo sira arsa Mardi kamardikan, aja samar sumingkiring dur-kamurkan Mardika, ora kebanda ing kadonyan, ora samar marang bisane sirna durka murkamu"
 
yang artinya adalah kebebasan jiwa; sebuah kondisi yang tidak terkalahkan oleh nafsu dan keinginan duniawi, untuk tetap 'bersih dan murni' hingga ajal menjemput, menahan godaan dan mengalihkannya menjadi kekuatan untuk mencapai kesempurnaan dalam hidup.
(dari berbagai sumber)

Selasa, 20 September 2011
Tato Penari Legong

Legong adalah salah satu tarian tradisional dari Bali, Indonesia; sebuah tarian yang punya karakteristik khusus dalam gerakan jari dan langkah yang rumit, juga memiliki gerakan tubuh dan wajah yang ekspresif.

Pada awalnya, klien datang membawa sebuah majalah interior dengan gambar ruangan yang memiliki lukisan penari Legong di dindingnya. Lukisannya memang indah, tapi terlalu kecil untuk menjadi referensi desain tato :)) Maka kami mencari referensi lain yang lebih menonjolkan ekspresi wajah dan hiasan kepala penari Legong, dan kami menemukan foto yang indah dari pak Pius Lee.


Eyeing (Legong Dance II), taken on May 30, 2009 by Mr Pius Lee, www.dailytravelphotos.com
 
Pak Pius Lee melakukan perjalanan backpacking keliling dunia pada tahun 2003. Travelling dan fotografi adalah kesenangannya. Websitenya, www.dailytravelphotos.com berisi banyak karya fotografinya selama traveling, dengan harapan menghubungkan keindahan dan keunikan tempat yang sulit dijangkau di banyak negara yang jarang dialami oleh para penikmat fotonya.

Kita bisa mendukungnya lewat sini (mengutip dari situs webnya): "Daily Travel Photos is supported primarily by advertisements. To help ensure the site's survival, I request that you occasionally glance at the ads and clickonly on an advertisement that genuinely interests you. Clicking haphazardly on ads helps nobody in the long run. "


the Legong dancer tattoo, done by Dimas Praja

terima kasih pak Pius Lee untuk fotonya yang indah sebagai referensi yang bagus, dan terima kasih juga telah berkunjung ke Indonesia! :)
 


Sabtu, 17 September 2011
A Tribal Jesus and A Cover Up

 One day, this guy, Adip came to CarpeDiem TattooStudio to get a tribal Jesus tattoo on his left arm, with a “Luke 19:10″ lettering. At first we consider to put the verse too but he decided only to put the “Luke 19:10″.   This tattoo was done by Lois.


Luke 19:10 ("...For the Son of Man came to seek and to save the lost.”), done by Lois


the cross which wanted to be covered up, and the preliminary sketch by Dimas Praja


the final result of the cover up: a black lotus with skull, done by Dimas Praja

so, on the same day, Adip got two fresh tattoos, done by both tattooists we have at CarpeDiem TattooStudio. Hope to see him soon again! :)

Sabtu, 10 September 2011
The Lion of Judah tattoo

Suatu hari di bulan Juni, Pak Marthin dari Jakarta membuat janji tato dengan Dimas Praja seminggu sebelum beliau datang ke Yogyakarta. Ia menginginkan seekor singa merah yang muncul dari 'dagingnya yang sobek'. Ia juga ingin menambahkan tulisan tapi belum menemukan kata-katanya. Akhirnya ia menemukan tulisan dalam bahasa Ibrani / Hebrew, yang melengkapi singa ini menjadi Singa Yudas / Lion of Judah.


The Lion of Judah, done by Dimas Praja on Marthin Lumingkewas


Semper Fidelis, the Latin for "Always Faithful", often shortened to 'Semper Fi'
 

Jum'at, 12 Agustus 2011
Tibetan Skull Tattoo

Tengkorak ala tibet, atau Tibetan skulls, sering dipakai pula dalam desain tato - baik karena tampilannya yang seram (tapi indah) dalam karya black and grey maupun warna, juga karena maknanya.

Dikenal juga dengan kapala (bahasa Sansekerta untuk "tengkorak), atau  mangkuk tengkorak, terbuat dari tengkorak manusia yang digunakan sebagai alat pelengkap ritual baik dalam Hindu Tantra maupun Buddhist Tantra (Vajrayana). Khususnya di Tibet, tengkorak-tengkorak ini seringkali diukir atau dihias dengan logam mulia dan perhiasan. Mangkuk dengan ukiran yang rumit ini biasanya terbuat dari tembaga berlapis perak dengan tutup yang berben

Tibetan skulls are getting more attention on tattoo designs, either for its macabre (yet beautiful) look in black-and-grey and color works, and for the meaning itself. 

It's also known as kapala (Sanskrit for "skull") or skullcup, it is made from a human skull used as a ritual implement (bowl) in both Hindu Tantra and Buddhist Tantra (Vajrayana). Especially in Tibet, these skulls often carved or elaborately mounted with precious metals and jewels. The heavily embossed cup is usually made of silver-gilt bronze with lid shaped like a skull and with a handle made in the form of a thunderbolt. (sumber: wikipedia)


a Tibetan skull for rituals

 
Pengembangan ide desain tengkorak Tibet ini pun beragam, termasuk pada salah satu karya tato dari Dimas Praja:



a Tibetan skull tattoo by Dimas Praja, done in 2009
 

 

Jum'at, 12 Agustus 2011
Celtic Cross Tattoo

 A celtic cross tattoo, done by Dimas Praja on April 2009.



Jum'at, 12 Agustus 2011
Body Painting Rally at Japanese Fest 2008

 It was a real crowd!!
These pictures were pics from the second day, we had only some secs to take shots!
thanks for Duta Wacana Christian University.


the handmade banner :)


the crowd on booth, you can't even see the painters!


ahh here's one. This is Dimas Praja.


and this is Indra. at the time when we move the blog and repost this report, Indra had took off his dreadlock.


we're always open for design consultations


Lois met an old friend, Dita


finally can have a sip after many, many body paintings


a group of happy girls after got face paintings


cherry blossoms!


more cherry blossoms!


this is a ghost-girl cosplay, of course. because if she's a real ghost, Rio won't even take a pic with her!

Jum'at, 12 Agustus 2011
Festival Jepang 2008

hari ini !! November 15-16, 2008.
It’s held in Duta Wacana Christian University, Jogjakarta, Indonesia for her birthday. the ticket is Rp.10.000. Every Japanese culture will be present here. we’re opening a tattoo booth there, but we only do some temporaries, since we can’t get any clean area there for real tattoos.

Just come and enjoy the weekend :) the busy busy afternoon preparing the fest. GC and Rio made koi and dragon banners. Lois and Indra, the dreadlock maker, made fonts for the backdrop.