Jum'at, 12 Agustus 2011
Tibetan Skull Tattoo

Tengkorak ala tibet, atau Tibetan skulls, sering dipakai pula dalam desain tato - baik karena tampilannya yang seram (tapi indah) dalam karya black and grey maupun warna, juga karena maknanya.

Dikenal juga dengan kapala (bahasa Sansekerta untuk "tengkorak), atau  mangkuk tengkorak, terbuat dari tengkorak manusia yang digunakan sebagai alat pelengkap ritual baik dalam Hindu Tantra maupun Buddhist Tantra (Vajrayana). Khususnya di Tibet, tengkorak-tengkorak ini seringkali diukir atau dihias dengan logam mulia dan perhiasan. Mangkuk dengan ukiran yang rumit ini biasanya terbuat dari tembaga berlapis perak dengan tutup yang berben

Tibetan skulls are getting more attention on tattoo designs, either for its macabre (yet beautiful) look in black-and-grey and color works, and for the meaning itself. 

It's also known as kapala (Sanskrit for "skull") or skullcup, it is made from a human skull used as a ritual implement (bowl) in both Hindu Tantra and Buddhist Tantra (Vajrayana). Especially in Tibet, these skulls often carved or elaborately mounted with precious metals and jewels. The heavily embossed cup is usually made of silver-gilt bronze with lid shaped like a skull and with a handle made in the form of a thunderbolt. (sumber: wikipedia)


a Tibetan skull for rituals

 
Pengembangan ide desain tengkorak Tibet ini pun beragam, termasuk pada salah satu karya tato dari Dimas Praja:



a Tibetan skull tattoo by Dimas Praja, done in 2009