Dimas mempelajari tato pertama kali di tahun 1998, dengan peralatan yang masih sangat sederhana. Pada tahun 2001, barulah ia mulai menekuni dunia tato secara professional dengan peralatan yang lebih memenuhi syarat dengan standar kesehatan internasional. Pada awalnya, ia tertarik dengan segala jenis style desain tato, tapi lama-kelamaan ia lebih nyaman mengerjakan tato dengan Japanese style.

Sekarang ia juga mempelajari tentang genius loci yang ada di Indonesia, mulai dari jenis ukiran kayu, wayang, aksara, batik hingga topeng. Ia ingin menggali lebih dalam style terapannya sendiri yang ia sebut dengan Indonesian Ornament Style, yang didominasi dengan warna hitam atau merah dengan teknik dot work / stippling / pointilism.

Beberapa tattoo artist yang menginspirasinya dalam Japanese style adalah Horiyoshi III, Shigenori Iwasaki, Filip Leu dan beberapa tattooist Jepang lainnya; dan beberapa tattooist lainnya adalah Philadelphia Eddie, Sailor Jerry dan beberapa tattoo artist senior lainnya.

Daftar prestasi:

  • Best Tattoo of Show "Peoples Choice" di event BajakLaut Motorcycle Club "Ride of Culture" Prambanan 2010.
  • Juara 2 Tattoo War di event "Modern Tattoo Culture", 26-27 Februari 2011, Semarang, kategori Oriental
  • Juara 1 Kontes Tato tema Batik yg diselenggarakan oleh Java Tattoo Club dan XT Square Jogjakarta, 20 Desember 2013